![]() |
![]() |
Politeknik Pertanian Negeri Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran vokasi yang inovatif dan berorientasi pada dunia kerja melalui penyelenggaraan Expo Project Based Learning (PBL) dan Case Method Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung di lobi Gedung Community Center Politani Kupang, Jumat (12/6/2026) tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa untuk memamerkan hasil karya, inovasi, dan pengalaman belajar berbasis proyek yang telah mereka kembangkan selama satu semester.
Expo yang telah menjadi agenda rutin setiap akhir semester ini dihadiri oleh Direktur Politani Kupang Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc., Wakil Direktur Bidang Akademik Max A.J. Supit, S.Pt., GDIpSc., M.FoodTech., Wakil Direktur II Bidang Keuangan dan Umum Alexander S. Tanody, S.Pi., M.Si., para ketua jurusan, koordinator program studi, manajer PBL, dosen, PLP, teknisi, serta mahasiswa peserta expo.
Ketua Panitia Expo PBL dan Case Method, Jenike Gracelya Noke, S.Kom., M.Kom., melaporkan bahwa kegiatan tahun ini melibatkan lima jurusan dan tiga belas program studi dengan total dua puluh dua proyek yang dipamerkan. Menurutnya, expo tidak hanya menjadi sarana evaluasi pembelajaran, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan dalam menghasilkan produk dan solusi yang aplikatif sesuai bidang keahlian masing-masing.
Beragam karya dan produk inovatif ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Jurusan Perikanan dan Kelautan menghadirkan berbagai produk olahan hasil perikanan seperti kerupuk dan sambal. Jurusan Tanaman Pangan dan Hortikultura menampilkan produk sayur-sayuran, sabun berbahan alami, serta aneka olahan umbi-umbian. Sementara itu, Jurusan Peternakan memperkenalkan pupuk bokashi, produk olahan daging sapi, hingga bakso.
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering turut memamerkan berbagai jenis sayuran segar serta aneka makanan olahan berbahan hasil pertanian yang bernilai tambah. Di sisi lain, Jurusan Kehutanan menampilkan beragam anakan pohon hutan, budidaya jamur tiram, inovasi energi terbarukan berupa briket arang dari daun kering, serta motif kain yang dihasilkan dari pewarna alami berbahan tumbuhan hutan. Berbagai inovasi teknologi terapan dan produk unggulan lainnya juga turut mewarnai expo, mencerminkan kreativitas dan kompetensi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.
Grace menjelaskan bahwa penilaian expo tidak hanya berfokus pada produk akhir, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa dalam merancang, mengelola, dan mengembangkan proyek secara menyeluruh. Melalui pendekatan Project Based Learning, mahasiswa didorong untuk memahami proses produksi, pengelolaan usaha, hingga strategi pemasaran yang memberikan nilai tambah bagi produk yang dihasilkan.
“Harapannya, mahasiswa tidak hanya menjalankan PBL untuk memperoleh nilai akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata yang dapat menjadi bekal saat memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri,” ujarnya.
Direktur Politani Kupang, Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc., yang secara resmi membuka kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa dan dosen dalam mengembangkan pembelajaran berbasis proyek. Menurutnya, Project Based Learning merupakan salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk membentuk lulusan yang kompeten, kreatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan.
Ia menjelaskan bahwa melalui PBL, mahasiswa belajar memahami sebuah proses bisnis secara utuh, mulai dari perencanaan, produksi, pengelolaan keuangan, hingga pemasaran. Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan dunia usaha yang semakin kompetitif.
“Jika setiap semester mahasiswa terlibat dalam proyek yang berbeda, maka saat lulus mereka telah memiliki pengalaman yang sangat berharga. Mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola usaha dan mengambil keputusan berdasarkan pengalaman nyata,” ungkapnya.
Direktur juga mendorong agar pada pelaksanaan expo berikutnya setiap proyek dapat menampilkan analisis usaha yang lebih komprehensif, termasuk informasi mengenai biaya produksi, pendapatan, dan keuntungan. Menurutnya, aspek tersebut penting untuk membangun pemahaman mahasiswa mengenai kelayakan ekonomi sebuah usaha.
Melalui Expo Project Based Learning dan Case Method Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Politani Kupang kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang mengedepankan pembelajaran berbasis praktik, inovasi, dan kewirausahaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Politani Kupang tidak hanya belajar menghasilkan produk, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, serta menciptakan solusi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat dan dunia industri.











