![]() |
![]() |
Politeknik Pertanian Negeri Kupang kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat internasional. Sebanyak sembilan mahasiswa angkatan pertama program joint degree antara Politani Kupang dan Jiangsu Animal Vocational College resmi dinyatakan lulus dalam upacara wisuda yang berlangsung pada Kamis, 4 Juni 2026, di Gymnasium Jiangsu Animal Vocational College, China.
Kesembilan mahasiswa tersebut yakni Denold Giovani Malelak, Helena Maonya Altri Iry, Oktafianus Ndaing, Maharani Mahmud, Rosadalima Naru, Yasinta Diva Ramadhani Hagang, Paulina Kewa Burin, Tarialina Sulastri, dan Guido Bria.
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam implementasi kerja sama internasional antara Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan Jiangsu Animal Vocational College, sekaligus menandai keberhasilan angkatan perdana program joint degree yang dirancang untuk memperluas wawasan akademik mahasiswa di tingkat global.
Salah satu lulusan, Maharani Mahmud, mengungkapkan bahwa perjalanan mengikuti program joint degree merupakan pengalaman yang sangat berharga sekaligus penuh tantangan. Menurutnya, sejak pertama kali tiba di China, ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru, bahasa, budaya, makanan, hingga sistem pembelajaran yang berbeda dari Indonesia.
“Pada awalnya tentu tidak mudah karena banyak hal yang harus dipelajari dan disesuaikan. Namun, berkat dukungan orang tua, dosen, dan teman-teman, saya dapat beradaptasi dengan baik dan menyelesaikan seluruh proses perkuliahan hingga lulus,” ujar Maharani.
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan di bidang peternakan dan kesehatan hewan, tetapi juga membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin, dan percaya diri.
Maharani mengaku merasa sangat bersyukur, bangga, dan terharu ketika akhirnya sampai pada tahap yudisium dan wisuda setelah melewati proses pendidikan lintas negara. Baginya, momen tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam hidup.
Pengalaman mengikuti yudisium dan wisuda di Jiangsu Animal Vocational College juga menjadi salah satu momen paling berkesan. Maharani bahkan mendapatkan kehormatan untuk maju ke depan sebagai perwakilan mahasiswa internasional dalam prosesi kelulusan.
“Kesempatan itu sangat berarti bagi saya. Saya merasa bangga sekaligus terharu karena perjalanan yang dimulai dengan banyak tantangan akhirnya membawa saya pada momen yang begitu berharga,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa prosesi wisuda di Jiangsu memiliki perbedaan dengan tradisi wisuda di Indonesia. Di Jiangsu, tidak terdapat prosesi pemindahan tali toga seperti yang umum dilakukan di Indonesia. Sebagai gantinya, mahasiswa dipanggil satu per satu untuk maju menerima ijazah secara langsung.
Hal yang paling berkesan bagi Maharani adalah suasana kebersamaan antara mahasiswa internasional dan mahasiswa lokal yang mengikuti prosesi wisuda dalam satu acara yang sama tanpa perbedaan.
“Suasananya sangat istimewa karena menunjukkan kebersamaan dan kesetaraan. Kami semua menjadi bagian dari keluarga besar kampus,” ungkapnya.
Menurut Maharani, standar akademik dan persyaratan kelulusan di kedua kampus memberikan banyak pelajaran penting. Ia dituntut untuk lebih disiplin, bertanggung jawab, serta mampu mengatur waktu dengan baik untuk memenuhi berbagai tuntutan akademik.
Bagi Maharani, yudisium bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, tetapi simbol dari perjuangan panjang, kerja keras, dan proses pembelajaran lintas negara yang telah dijalani.
“Yudisium menjadi bukti bahwa dengan tekad, kesabaran, dan usaha yang sungguh-sungguh, saya mampu menghadapi berbagai tantangan dan mencapai tujuan yang saya impikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, pengalaman belajar di luar negeri membentuk pandangannya mengenai profesionalisme, terutama dalam hal disiplin, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, dan komunikasi lintas budaya. Bekal tersebut dinilai sangat penting untuk menghadapi dunia kerja dan membangun karier di masa depan.
Ia menilai manfaat terbesar dari program joint degree adalah kesempatan memperoleh pengalaman internasional, memperluas wawasan, mengenal budaya baru, serta meningkatkan kemampuan akademik dan komunikasi.
Keberhasilan sembilan mahasiswa angkatan pertama program joint degree ini menjadi bukti nyata komitmen Politeknik Pertanian Negeri Kupang dalam menghadirkan pendidikan berkualitas berstandar internasional. Melalui kerja sama dengan Jiangsu Animal Vocational College, mahasiswa tidak hanya memperoleh kompetensi akademik yang lebih luas, tetapi juga pengalaman global yang memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja. Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan diri dan memanfaatkan berbagai peluang internasional yang tersedia.(**)











