![]() |
![]() |
Politeknik Pertanian Negeri Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam membangun karakter mahasiswa melalui pengabdian kepada masyarakat dengan menggelar Kemah Kerja Bakti Mahasiswa (KKBM) Tahun 2026. Kegiatan dibuka dan secara resmi dilepas oleh Direktur Politani Kupang, Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc., di Gedung Student Center Politani Kupang, Kamis 2 Juli 2026.
Pembukaan dihadiri Wakil Direktur I Bidang Akademik Max A.J. Supit, S.Pt., GDipSc., M.FoodTech, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Fabianus Ranta, S.Hut., M.Si., Ketua Jurusan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jhon Tibo Kana Tiri, STP., M.Sc., para koordinator program studi, pembina himpunan mahasiswa jurusan, serta 456 mahasiswa peserta KKBM.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 3–4 Juli 2026, dengan lokasi pelaksanaan di sejumlah titik di Kota Kupang, antara lain Taman Taman Generasi Penerus (Tagepe), Jalan R.A. Kartini, Taman Nostalgia, serta beberapa kelurahan yang menjadi lokasi pengabdian masing-masing jurusan.
Ketua Panitia KKBM 2026, Julius Goa, dalam laporannya menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi.
"Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. Melalui KKBM, mahasiswa belajar mengimplementasikan ilmu sekaligus membangun kepedulian sosial dan semangat gotong royong," ujarnya.
Ia menjelaskan, KKBM merupakan program rutin Badan Eksekutif Mahasiswa Politani Kupang yang bertujuan mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertanian, hortikultura, peternakan, perikanan, serta kehutanan guna meningkatkan potensi sumber daya masyarakat.
Menurut Julius, pemilihan Kota Kupang sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada potensi sekaligus tantangan pembangunan sektor pertanian di wilayah tersebut. Sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang masih bergantung pada pasokan hasil pertanian dari kabupaten-kabupaten sekitar sehingga diperlukan berbagai upaya untuk memperkuat kapasitas produksi lokal.
Melalui KKBM, mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti penyuluhan, diskusi, praktik lapangan, pendampingan, hingga bakti sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Mengusung tema "Dari Kampus untuk Masyarakat: Menghidupkan Jiwa Pengabdian Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Kupang melalui Ide, Gerakan hingga Perubahan Nyata bagi Sumber Daya Manusia", kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus pengabdian yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Pada hari pertama, kegiatan dilaksanakan secara terdesentralisasi oleh masing-masing himpunan mahasiswa jurusan di lokasi pengabdian yang telah ditetapkan. Sementara pada hari kedua, seluruh peserta bergabung dalam aksi bersama berupa penanaman pohon Tabebuya dan anakan bougenville yang dipusatkan di Taman Tagepe, Jalur R.A. Kartini, dan Taman Nostalgia sebagai simbol persatuan mahasiswa Politani Kupang dalam mendukung pelestarian lingkungan dan peningkatan ruang terbuka hijau di Kota Kupang.
Direktur Politani Kupang, Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc., dalam sambutannya menegaskan bahwa KKBM bukan sekadar agenda rutin kemahasiswaan, melainkan ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus membangun kepedulian terhadap masyarakat.
"KKBM bukan hanya rutinitas akademik, tetapi merupakan wadah pembelajaran nyata di lapangan. Mahasiswa ditantang mengasah kepakaran, membangun jejaring, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan KKBM tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena menggunakan pola lokalisasi di wilayah Kota Kupang. Strategi tersebut diterapkan sebagai bentuk efisiensi anggaran tanpa mengurangi substansi pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Johanis, pendekatan tersebut justru memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar dengan mengedepankan semangat vokasi yang mandiri, kreatif, produktif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Direktur juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai pengalaman berharga untuk membangun karakter sekaligus meningkatkan kemampuan bekerja sama dengan masyarakat.
"Melalui KKBM, mahasiswa belajar bersama masyarakat. Mereka tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun kekeluargaan, memperkuat solidaritas, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan kehidupan di masa depan," ujarnya.
Di akhir sambutannya, Johanis menyampaikan apresiasi kepada dosen pembimbing, panitia, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan KKBM Tahun 2026. Dengan ditandai pelepasan peserta secara resmi, sebanyak 456 mahasiswa Politani Kupang mulai melaksanakan pengabdian di berbagai lokasi sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Melalui KKBM 2026, Politani Kupang berharap lahir generasi lulusan vokasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat kolaborasi, serta komitmen menjaga kelestarian lingkungan demi mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.












